Rabu, 12 Juni 2013

Permasalahan Kependudukan di Indonesia

Permasalah  Kependudukan di Indonesia
Dari berbagai analisis dan kajian yang dilakukan oleh para ahli kependudukan. Permasalahan kependudukan di Indonesia bukan hanya menyangkut sisi kuantitas saja dimana saat ini penduduk Indonesia sudah hampir mencapai 240 juta, tetapi juga juga menyangkut masalah kualitas.
Beberapa permasalahan kependudukan di Indonesia dari sisi kuantitas antara lain :
1. Jumlah kelahiran yang masih cukup besar setiap tahun diperkirakan 4- 4,5 juta bayi lahir di Indonesia
2. Persebaran penduduk yang tidak merata, hampir sebagian besar penduduk Indonesia (sekitar 60-70 %) tinggal di Pulau Jawa padahal luas Pulau Jawa hanya 7 % dari luas wilayah Indonesia
3. Struktur umur penduduk masih tergolong kepada struktur umur muda sehingga angka ketergantungan masih cukup tinggi
Sedangkan dari sisi kualitas beberapa permasalahan kependudukan di Indonesia antara lain
1. Angka kematian ibu (AKI) atau Maternal Mortality Rate (MMR) masih 228/100.000 kelahiran hidup
2. Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) masih 34 per 1.000 kelahiran hidup
3. 60% penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah
4. HDI peringkat ke 124 dari 187 Negara dan urutan ke 6 dari 10 Negara ASEAN
5. Angka Harapan Hidup Indonesia: 68/72 Tahun
6. Angka kemiskinan: 31,02 juta jiwa (13,3% dari total penduduk Indonesia) *BPS 2010
7. Indikator kesejahteraan sosial lainnya
a. Indeks Pembangunan Gender: 66,38 % (thn 2008)
b. Indeks Pemberdayaan Gender: 62,27% (thn 2008)
8. Angka pengangguran: 7,14% dari angkatan kerja 116,5 juta (BPS, Agustus 2010)
Dampak Permasalahan Kependudukan di Indonesia
Kondisi kependudukan yang tidak menguntungkan kalau tidak diatasi secara maksimal akan memberikan dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan manusia itu sendiri, baik bagi kehidupan sosial ekonomi, kesehatan, bahkan bagi pembentukan karakter bangsa dan perubahan lingkungan yang saat ini mulai jadi isu yang sangat krusial di berbagai belahan dunia.
Peringatan dari ahli kependudukan akibat dari ledakan penduduk sebenarnya sudah dikemukakan sejak lama. Robert Malthus pada awal abad ke 18, dalam teorinya menyebutkan bahwa akibat tidak seimbangnya antara pertumbuhan penduduk yang mengikuti deret ukur dan pertumbuhan pangan yang mengikuti deret hitung, akan mengakibatkan manusiakehabisan bahan pangan.
Tantangan ke depan berkaitan dengan permasalahan kependudukan dikemukakan oleh Dr. Jeffrey Sachs yang menyebutkan empat tantangan berat dekade mendatang:
(1) Pemanasan global dan kerusakan lingkungan;
(2) Laju pertumbuhan penduduk;
(3) Pengentasan kemiskinan;

0 komentar:

Poskan Komentar